Senin, 17 Juni 2013
Minggu, 02 Juni 2013
Puisi Aku Masih Mencintaimu
Aku Masih Mencintaimu
lama sudah kita bersahabat..
aku teringat di waktu kita masih kecil..
aku selalu teringat senyum dan suaramu..
disaat aku menatap mata dan wajah indahmu..
aku terdiam dan terpaku..
aku merasakan perasaan yg belum pernah ku rasa..
CINTA ! inilah yang kurasa..
ingin rasanya aku mengatakan, kata yang sebelumnya pernah ku ucap..
aku takut kau marah, dan kecewa..
sayang semilir angin yang bertiup membawa aku ke seberang
fikiran memikirkan dirimu
dalam kepekatan kesibukan
namun kasihku padamu sehangat mentari yang menyinari alam
tika ini ku titipkan lembayung rinduku padamu
dengan hembusan angin yang bertiup agar dirimu
merasai setiap gelora rasaku padamu sayang makin ku cuba
menitipkan rasa ini semuanya bagaikan terkunci dibibirku
tak mampu lagi kuluahkan dihujung pena
kerana rasa ini takkan sama dengan rasa hatiku
mungkinkah dirimu merasai getaran hatiku selama ini?
apakah mungkin dirimu merasai gelodak jiwaku yang tak bertepi?
dan adakah kau kan miliki rasa hatiku setelah aku kunci cinta untukmu?
sayang bangunkanlah aku dari derita rindu ini kerana tanpa dirimu
aku begitu sulit menjalani hidup ini
berikanlah aku nafas udara cintamu
agar aku bisa hidup dengan tenang di muka bumi ini
sayang aku cinta kamu sejujurnya cintaku tak pernah terlihat olehmu
kerana kita terpisah jarak dan waktu
berikanlah aku kesempatan untuk aku ucapkan
I LOVE YOU
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. IDENTITAS
Nama Sekolah : SMA N 1 ENAM LINGKUNG
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : XII
Semester : 2
Aspek : Berbicara
Alokasi waktu : 2 X 45 Menit
B. STANDAR KOMPETENSI
14. Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan puisi lama
C. KOMPETENSI DASAR
14.2 Menjelaskan keterkaitan gurindam dengan kehidupan sehari-hari
D. INDIKATOR
• Mengaitkan isi gurindam dengan kehidupan masa kini.
• Menyimpulkan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam
E. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat:
• Mengaitkan isi gurindam dengan kehidupan masa kini.
• Menyimpulkan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam
F. KARAKTER YANG DIHARAPKAN
• Religius
• Disiplin
• Kesopanan
• Berani
• Komunikatif
• Cermat
• Aktif
• Mandiri
• Kerjasama
• Kreatif
• Kritis
G. DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN
Berikut beberapa hal tentang gurindam:
1. Perihal gurindam
Gurindam adalah bentuk puisi lama yang berisi nasihat, petuah, ajaran moral, kebaikan, dan budi pekerti.
Ciri-ciri gurindam adalah sebagai berikut:
a. Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik.
b. Biasanya menggunakan pola rima sama atau lurus (a-a).
c. Umumnya tiap baris terdiri atas 4-6 kata (8-12 suku kata).
d. Baris pertama dan kedua biasanya membangun hubungan sebab-akibat.
e. Umumnya mengandung petuah, nasihat, (ucapan yang mengandung kebenaran).
Gurindam ditulis dengan menggunakan media bahasa. Artinya, di dalam sebuah gurindam terdapat pilihan kata-kata (diksi) yang digunakan untuk menciptakan gurindam tersebut. Kata-kata yang digunakan dalam gurindam pasti memiliki makna tertentu, baik yang bersifat denotative maupun konotatif. Makna kata dalam gurindam terkait dengan isi gurindam itu sendiri.
2. Diksi Gurindam
Gurindam adalah karya sastra Melayu Lama. Diksi atau pilihan katanya pun adalah kata-kata yang biasa dipakai pada saat itu, yang tentu berbeda dengan diksi masa kini. Oleh karena itu, ada beberapa diksi atau susunan kalimat yang tidak sesuai dengan ejaan tata bahasa pada saat ini. Untuk memahaminya, dapat menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mencari makna kata-kata tersebut.
3. Mengaitkan isi Gurindam dengan Kehidupan Masa Kini
Isi gurindam ada rekevansinya dengan kehidupan sehari-hari kita pada zaman sekarang.
Contoh Gurindam Dua belas karya Haji Ali
-Ini Gurindam Fasal yang Kesebelas
Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang cela
Ini Gurindam Fasal yang Keduabelas
Raja mufakat dengan mentri
Seperti kebun berpagarkan duri
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
H. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Model Pembelajaran : Communicative learning
2. Pendekatan : 4 pilar pembelajaran
3. Metode Pembelajaran : Problem Solving
I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Kegiatan awal
a. Siswa menjawab salam (religius)
b. Siswa berdoa (religius)
c. Siswa merespon pertanyaan guru tentang kehadiran (disiplin)
2. Kegiatan inti
• Tahap Eksplorasi
a. Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru tentang materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi gurindam.(berani, sungguh-sungguh, komunikatif).
b. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran yang harus dicapai selama dan setelah mengikuti pembelajaran yang akan dilaksanakan.
• Tahap Elaborasi
a. Guru membentuk kelompok siswa dengan jumlah yang sama atau hampir sama. Guru membuat sesi diskusi dan disesuaikan waktunya.
b. Guru memberikan salah satu contoh gurindam yang kemudian menyuruh siswa untuk mengidentifikasi ciri-ciri dan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam. Kemudian guru menyuruh siswa untuk membacakan gurindam.
c. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil diskusi. Kemudian guru menugaskan siswa untuk membicarakan hasil diskusi dan menyampaikan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam.
• Tahap Konfirmasi
a. Siswa dan guru menyimpulkan hasil diskusi (kreatif, kritis)
b. Guru menugaskan masing-masing siswa untuk merumuskan hasil diskusi dalam buku kerja siswa.
3. Kegiatan akhir
a. Siswa merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup yang dapat dipetik dari pembelajaran
J. ALAT DAN SUMBER BAHAN
1. Sumber buku :
• Judul Buku : Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia XII SMA
Pengarang : Tim Edukatif
• Penerbit : Erlangga
• Tahun : 2008
2. Alat Bantu : -
3. Media : contoh teks gurindam
K. PENILAIAN
1. Teknik : tes lisan
2. Bentuk instumen : observasi, demonstrasi
3. Kisi-kisi
No Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Bentuk Bentuk
1. • Mengaitkan isi gurindam dengan kehidupan masa kini. Lisan Observasi
2 • Menyimpulkan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam
Lisan Observasi
4. Instrumen
5. Bentuk soal
a. Simpulkan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam dengan kehidupan masa kini!
-Ini Gurindam Fasal yang Kesepuluh
Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
6. Jawaban :
Dalam gurindam ini penyair menyampaikan amanat pada kita untuk menghormati bapak ibu kita. Agar kita tak mendurhakai keduanya. Sikap hormat pada orang tua tentu saja masih relevan dengan kehidupan kita saat ini. Orangtua yang sudah membesarkan kita, member kita kasih sayang berlimpah jasa-jasanya tak mungkin bisa kita balas seluruhnya. Menghormati dan membuat bangga mereka adalah sebuah keharusan.
7. Penskoran
No Nama Kaitan gurindam dengan kehidupan (60-90) Nilai-nilai dalam gurindam
(60-90)
Kamis, 23 Mei 2013
Saat ini aku hanyalah aku
Saat ini aku
hanyalah aku
Mesin waktu bergulir tiada henti
bayangan masa lalu kembali hadir
menyapa ku..
membuatku tak bisa melihat dunia
luas
bagaikan mata ini tertutup
selendang hitam..
Masa lalu itu seperti bulan
diatas kuburan
karna engkau telah berhasil
melukai hatiku
lalu kau sembunyikan pisau itu
seolah kau hilngkan rasa
bersalah
Tak banyak ku cipta puisi…
Namun itu semua cukup tuk
mengisi hati teman-temanku yang sepi
Pernah ku coba tulis cerita
Namun karya tak jua ada
Saat ini aku hanyalah aku
Bukan dia atau dirinya…bahkan
bukan pula sesosok yang kau damba
Tak puas ku terima smua yang
darimu untuk ku
Bukan aku tak tau rasa syukur…
Bukan pula ku takabur…
Sepertinya… t’lah cukup banyak
kutulis
T’lah cukup dalam hati ini
kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari
mula
Dengan ia yang mampu
merasakannya
Namun cinta untukmu terus
bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun
cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah
bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini
harus kuartikan..??
ANALISIS STRUKTUR NOVEL - NOVEL WARNA LOKAL MINANG KABAU
Fakta- Fakta Cerita yang Berhubungan dengan Struktur
Judul :
Ketika Rembulan Kembali Bernyanyi
Penulis :
Kartini
Penerbit :
Yayasan Sinar Gunung Sungai Geringing
Cetakan :
Pertama, November 2010
Tebal :
169 Halaman
Bagian
(1) Berisi cerita tentang Nina dan Riko,Nina yang kala itu pusing memikirkan
kehidupan rumah tangganya Nina memang
terbilang nekat, ketika ia menghabiskan hari sampai sore di Pantai Gandoriah
bersama Riko, mahasiswa asal Jakarta yang baru dikenalnya. Sikapnya yang ramah
dan sudah lama tak disentuh suami, membuatnya lupa status kalau masih istri
Rizal. Suaminya itu pergi merantau meninggalkan Sungai Geringging Pariaman,
untuk memperbaiki nasib. Sayang sudah tiga bulan, ia membiarkan Nina dan empat
anaknya hidup tanpa kiriman uang.
Bagian
(2) Berisi cerita Nina yang kala itu pusing memikirkan kehidupan rumah
tangganya, merasa ada teman tempat curhat. Sayang, ia melakukan curhat sambil
jalan di bibir lantai, hingga si Raja Siang kembali ke peraduannya.Akibat
ulahnya itu, mertuanya tidak senang hati. Gunjingan menyebar dengan teman
bermacam-macam. Salah satunya, Nina berpacaran dengan lelaki lain. Bak kata
orang Minang, Nina terkena tulah salah cando dilihat orang.
Bagian
(3) Berisi cerita gunjingan makin deras dan itu sampai juga di telinga Rizal
yang baru pulang merantau. Ia tidak langsung ke rumah istrinya, Nina, tapi
malah pulang ke rumah emaknya. Sewaktu Nina datang menjemput, ia langsung emosi
dan menjatuhkan talak satu.Bagi Nina, itu bencana sekaligus anugerah. Dikatakan
bencana, karena ia kini harus membesarkan keempat anaknya seorang diri. Ia
harus menjadi ibu, sekaligus kepala rumah tangga.Disebut anugerah, karena Rizal
termasuk tipe lelaki pemalas tak bertanggung jawab. Ia juga ringan tangan, dan
tak sanggup juga membuatkan rumah bagi anak dan istrinya. Mamak Nina, Mak
Uniang, merasa menyesal telah menikahkan Nina dengan Rizal. Ia pun merugi,
karena uang hilang pembeli Rizal tak kembali.
Bagian
(4) Berisi cerita lepas dari tangan Rizal, membuat Nina giat berusaha berkat
dorongan dari Riko. Ia mulai usaha kecil-kecilan membuat kerupuk jengkol,
mengambil upah jahit, sulaman dan lainnya. Asal kerja halal, Nina mau
melakukannya. Ia sangat butuh biaya banyak untuk membesarkan dan menyekolahkan
anak-anaknya.Mak Uniang tak tinggal diam. Setelah Nina resmi bercerai, ia
menunjukkan tanggungjawabnya sebagai Mamak. Ia terus memantau perkembangan
Nina, dan terus membela keponakannya. Ia pun memberi lampu hijau atas hubungan
Nina dan Riko.
Bagian
(5) Berisi cerita waktu berjalan dan Nina mulai merasakan nikmatnya sebagai
wanita karir. Ia dapat bantuan dana penambah modal, sehingga membuat Kayah, ibu
Rizal, ingin merujukkan mereka kembali. Namun Nina sudah patah arang, dan ia
tidak ada minat kembali ke pelukan Rizal.
Bagian
(6) Berisi cerita hubungan Nina dan Riko yang belum dijelaskan statusnya,
memberi peluang hadirnya Dokter Andre dalam kehidupannya. Dokter yang lagi
bermasalah dengan istrinya itu, ingin memperistri Nina pula. Di sisi lain, ada
Diana, seorang gadis yang tergila-gila pada Riko, ingin merusak hubungan
keduanya.
Novel berjudul
‘Ketika Rembulan Kembali Bernyanyi’ ini, mencoba menelanjangi adat Pariaman
terkait uang jemputan. Di novel ini disebutkan, bahwa uang hilang menjadi
penyebab sukarnya anak Pariaman untuk mendapatkan pasangan. Istilah lelaki
Pariaman harus dibeli, sangat gamblang dibahas.
Novel beralur
maju ini, terdapat bagian cerita yang hilang, khususnya di halaman 48. Diana
yang baru melihat Nina, langsung mengenal nama dan membencinya. Mbok ya
diceritakan dulu Diana itu gadis dari mana, tinggal di mana, sehingga ia tahu
siapa Nina.
Sementara sosok
Mamak dalam hal ini Mak Uniang, layak diberikan jempol akan tanggung jawabnya
pada ponakan. Tentu tidak semua mamak yang bisa berbuat seperti Mak Uniang,
karena banyak mamak yang malah menjual harta pusaka.
Sedangkan Nina,
sepertinya termasuk perempuan yang gampang jatuh dalam pelukan lelaki yang ia
sukai. Kalau tak ingat Allah SWT, Nina tentu sudah berzina. Padahal sebagai
wanita baik-baik, ia harus menolak berduaan dengan lelaki yang bukan muhrim.
Namun Nina tidak melakukan itu, sehingga perbuatan zina hampir berlaku di rumah
tante Riko.
Membaca novel
ini, memang tidak ditemukan satu hal yang baru, khususnya kesan mendalam.
Ceritanya sendiri umum, dan sudah banyak dibahas di novel-novel lainnya. Tentu
lain ceritanya, jika novel ini memberikan sesuatu yang khas dari Pariaman,
khususnya yang belum pernah dilirik penulis lain.
Senin, 13 Mei 2013
Menyakitkan
-->
Sayang...
begitu aku sangat mencintaimu
mengapa kau pergi meninggalkanku
dan memilih dia ?
apakah kau tak pernah menyadari arti kesetiaanku selama ini..?
mengapa kau mengabaikan semua itu..?
Biarlah air mataku jatuh saat aku melihat
senyum dan wajahmu untuk yang terakhir
kini kuucapkan selamat tinggal kasih................
dan biarlah diriku menyimpan dalam
akan kekuatan cinta yang kau berikan
untuk diriku...........
kini ku relakan dirimu pergi kasih...............
Menyakitkan
Oleh: Doni Andeskap
Sayang...
begitu aku sangat mencintaimu
mengapa kau pergi meninggalkanku
dan memilih dia ?
apakah kau tak pernah menyadari arti kesetiaanku selama ini..?
mengapa kau mengabaikan semua itu..?
Namun . . .
Tak ku sadari
Hari berganti jam,
Jam berganti menit,
Menit berganti detik,
Tak ada tanda-tanda datangnya diri mu
Yang ku tunggu-tunggu selama ini
Dan kini aku pun seperti bunga yang layu
Yang Tak bisa hidup lagi tanpa air yang di berikan
AKu pun berharap ada seseorang yang akan
Membasahi hatiku ini yang telah layu oleh masa
Lalu
Hari berganti jam,
Jam berganti menit,
Menit berganti detik,
Tak ada tanda-tanda datangnya diri mu
Yang ku tunggu-tunggu selama ini
Dan kini aku pun seperti bunga yang layu
Yang Tak bisa hidup lagi tanpa air yang di berikan
AKu pun berharap ada seseorang yang akan
Membasahi hatiku ini yang telah layu oleh masa
Lalu
Biarlah air mataku jatuh saat aku melihat
senyum dan wajahmu untuk yang terakhir
kini kuucapkan selamat tinggal kasih................
dan biarlah diriku menyimpan dalam
akan kekuatan cinta yang kau berikan
untuk diriku...........
kini ku relakan dirimu pergi kasih...............
“CINTA KU TLAH SALAH MEMILIH”
“CINTA
KU TLAH SALAH MEMILIH”
kau
sllalu menyakit ku
meski
ku sangat ingin memiliki Mu
seakan
hati ini tak akan ada harganya bagi Mu
“CINTA
KU TLAH SALAH MEMILIH”
Kau hancurkan
rasa yang pernah ada
Ku sudah
lupakan semenjak kau pergi
Setlah
sekian lama kenapa kau kembali
Kenapa kau
ingatkan kesedihan ku kembali
Wahai makluk
penebar cinta
Sudah cukup
kau buat aku gila
Dan jangan buat aku sakit jiwa
Ku tak
ingin melihat Mu lagi
Jangan harap
aku menunggu
Dan jangan
harap ku ada untuk Mu
Langganan:
Postingan (Atom)

